Persiapan rumah pembangunan dalam Islam lebih menitikberatkan pada aspek spiritual dan keberkahan, bukan ritual adat yang mistis. Langkah utamanya meliputi : Niat tulus karena Allah, menggunakan harta halal (bebas riba), berdoa, bersedekah, dan tidak bermegah-megahan agar rumah membawa ketenangan serta keberkahan. Berikut beberapa tradisi, kearifan lokal dan langkah persiapan membangun rumah menurut pandangan Islam:
1. Niat yang Benar dan Ikhlas
Langkah utama adalah menjadikan pembangunan rumah sebagai sarana ibadah, tempat berteduh keluarga, dan tempat untuk melaksanakan perintah Allah. Hindari niat untuk pamer atau bermegah-megahan yang melampaui batas.
2. Berdoa dan Memohon Keselamatan
Sebelum memulai pembangunan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT agar proses pembangunan lancar dan rumah tersebut menjadi berkah. Salah satu doa yang sering diamalkan saat menempati atau membangun tempat baru adalah QS. Al-Mukminun ayat 29,: وَقُل رَّبِّ أَنزِلۡنِي مُنزَلٗا مُّبَارَكٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ (Latin: Wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn). "Dan berdoalah, "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku di tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat."
3. Bersedekah dan Syukuran (Selamatan)
Tradisi mengadakan syukuran atau makan bersama (kenduri) diperbolehkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Allah. Sedekah, memberi makan kepada tetangga atau fakir miskin di sekitar lokasi bangunan sangat dianjurkan untuk menolak bala dan mendatangkan keberkahan. Pastikan acara syukuran tidak mengandung unsur ritual yang menyimpang dari syariat.
4. Menjauhi Praktik Syirik
Islam melarang keras penggunaan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib untuk melindungi rumah, seperti:
- Menanam kepala kerbau, ari-ari, atau benda tertentu (jimat) di fondasi.
- Menggantung sesajen atau kain-kain tertentu sebagai penolak bala.
- Percayalah sepenuhnya pada "hari baik" berdasarkan perhitungan ramalan yang bersifat mistis (bukan sekadar pemilihan waktu yang strategis).
5. Memperhatikan Desain yang Islami
Meskipun tidak ada aturan arsitektur baku, beberapa hal yang disarankan antara lain:
- Posisi Toilet: Usahakn jangan menghadap atau membelakangi kiblat.
- Ventilasi dan Cahaya: Rumah yang sehat dengan cahaya dan udara cukup sangat disukai dalam Islam.
- Privasi: Desain rumah sebaiknya menjaga privasi penghuninya (aurat) dari pandangan orang luar.
6. Membaca Al-Qur'an dan Shalat
Setelah rumah mulai dibangun atau saat akan ditempati, perbanyaklah membaca Al-Qur'an, terutama Surat Al-Baqarah, dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya agar rumah tidak terasa "seperti kuburan" dan dijauhkan dari gangguan setan.